Selasa, 19 Juni 2012

Tekhnik terbaik dalam melaksanakan kebijakan pembatasan BBM

Tekhnik terbaik dalam melaksanakan kebijakan pembatasan BBM
 
Akhir-akhir ini kita sering mendengar dan melihat slogan-slogan hemat BBM pada media cetak maupun media elektronik. Itu adalah salah satu upaya pemerintah dalam melakukan kebijakan penghematan energi. Namun banyak masyarakat yang menyepelekannya,banyak yang bilang “negara kita kan kaya BBM”.
 
Baiklah sekarang kita kaya,namun 10-20-30-40 tahun lagi bagaimana? Apakah masih seperti sekarang? Saya rasa tidak,karena Indonesia di prediksi akan krisis BBM pada tahun 2020 jika tidak ada sumur minyak lagi. Pemerintah sudah berupaya mengiklankan upaya-upaya penghematan BBM, di antaranya :
 
1. Pelarangan mobil plat merah menggunakan premium
2. Slogan hemat BBM
3. Mematikan listrik
4. Konversi BBM ke BBG
 
Motivasi yang sangat super sekali yang hanya ada di Indonesia,bahwa menimbun BBM untuk keperluan sendiri. Mungkin maksudnya untuk pengiritan sepertinya.

Berikut adalah salah satu contoh oknum yang mempunyai mobil mewah seharga 800jtan yang masih saja menggunakan premium sebagai bahan bakarnya
 
 


Itulah salah satu contoj yang jelas tidak baik
Sebenarnya yang punya Alphard itu tuh orang kaya bukan sih, kalo kaya kok ga punya integritas banget, tunjukan lah mental kaya anda harusnya.

Sudah saatnya kita sebagai rakyat Indonesia juga mencoba menerapkan gaya hidup hemat BBM seperti menggunakan sepeda sebagai alat transportasi.
Namun sepertinya hal itu sulit di lakukan. Akhir-akhir ini upaya penghematan BBM adalah dengan menempel stiker “mobil mewah di larang isi premium” di setiap SPBU Pertamina,namun hal ini banyak di tentang oleh pengguna mobil mewah dan mobil biasa, padahal hal itu bisa berakibat buruk bagi kendaraan mereka. Jika upaya ini di lakukan secara tegas dan berani oleh pengelolal SPBU Pertamina maka pengguna mobil biasa ataupun mewah akan beralih ke SPBU asing,karena menurut mereka kualitas BBMnya “lebih baik” dari pada milik Pertamina. Menurut saya tehnik terbaik untuk melakukan kebijakan pembatas BBM adalah dengan menurunkan harga pertamax menjadi Rp.5500 dan stok premium di pangkas sekecil mungking. Trik ini di lakukan sama seperti saat pengkonversian minyak tanah ke LPG.
 
 
 
SEKIAN

Proyek "INAFIS"

Proyek "INAFIS"


INAFIS adalah Indonesia Automatic Fingerprint Identification System merupakan sebuah sistem identifikasi yang memiliki pusat data serta yang merekam setiap individu,semua warga negara Indonesia tak terkecuali bayi begitu lahir maka akan segera kehadirannya terekam ke dalam INAFIS.

Wakil Ketua Komisi Hukum DPR, Nasir Jamil,tidak setuju jika biaya pembuatan Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (INAFIS) dibebankan kepada masyarakat.

Menurut Nasir dana untuk pembuatan kartu itu berasal dari APBN. Karena itu,masyarakat tidak dibebani lagi. "Ya enggak ada masalah sebenarnya,tapi yang terpenting jangan dibebankan kepada warga," katanya di Jakarta, Selasa (24/4).

Lebih jauh Nasir mengatakan INAFIS diadakan untuk kepentingan kepolisian. Melalui kartu itu sidik jari warga akan tertera untuk membantu penyelidikan. Untuk itu, negara yang membiayai. "Seharusnya warga negara tak dibebankan lagi," ujarnya.

Nasir mengakui pembuatan kartu INAFIS oleh kepolisian telah disampaikan kepada DPR lewat komisinya. Namun saat itu, lanjut dia,semua pembiayannya ditanggung negara. Tapi faktanya, kepolisian membebankan kepada warga.

Terkait anggapan adanya tumpang tindih fungsi antara INAFIS dengan E-KTP,Nasir tidak mempermasalahkannya. Sebab fungsi kedua kartu itu tak saling terintegrasi. "Di UU Kepolisian ada penanggulangan kriminal nasional,tapi belum jalan," tandasnya.

Ia menambahkan keefektifan kartu INAFIS dalam membantu polisi melacak kejahatan tergantung penggunaannya. Jadi,itu bisa dilihat efektif setelah kartu tersebut telah diuji.

Pembuatan INAFIS oleh kepolisian memakan dana APBN sebesar Rp 43,2 miliar. Di kartu itu akan tertera identitas warga,sidik jari nomor kendaraan, BPKB, sertifikat rumah,dan nomor rekening bank.(ALI/JUM)

Agama hanya sebagai "WACANA" !!

Agama hanya sebagai "WACANA" !!

Ya di indonesia ini banyak sekali orang yang mengaku ngaku beragama. Sungguh ironi sekali melihat kelakuan para insan insan tuhan yang mengaku beragama tapi tidak pernah sedikitpun menjalankan perintah yang memang sudah di wajibkan oleh tuhan nya masing-masing.


Apakah pantas keagamaan seseorang hanya dilihat sebatas dari Kartu Tanda Pengenal ?? Ya itu yang memang terjadi sekarang.

Kebanyakan insan insan tuhan saat ini ketaatannya pada agama menuruti fungsi waktu. Ada saatnya mereka taat pada agama, ada pula temponya mereka ingkar. Seolah-olah agama itu profesi : Ada jam kerja, ada waktu cuti dan liburannya. Semua tergantung mood pribadinya belaka. Kadang shalat, kadang Maksiat. Sekali waktu pergi umrah, lain kali pesta narkoba.

Sungguh miris sekali memang melihatnya,namun bagaimanapun ciri ini sudah menjadi sifat tersendiri setiap individu manusia.
Mau dibikin hukum? Menurut saya tidak bisa karena agama adalah kebebasan setiap individu dan beban tanggung jawab mereka kepada tuhan nya masing-masing.

Tinggal pilih saja kita mau jadi orang yang taat atau orang yang ngawur??dengan opsi pilihan ketika kita sudah mati yaitu "SURGA" atau "NERAKA" ???


SEKIAN


Sudahkah saya menjadi orang yang "Berkarakter"??

Saya orang berkarakter??

Hmmmm...
Menurut saya orang berkarakter itu tidak bisa dilihat ataupun di kenal dalam 1x komunikasi.

Orang berkarakter adalah suatu sifat yang dimana orang tersebut miliki dalam diri masing-masing. Contohnya karakter pekerja keras,mudah menyerah,pemarah,penyabar dan lain sebagainya.

Dan untuk saya sendiri mungkin saya bisa mendeskripsikan bahwa saya adalah orang yang berkarakter keras. Kenapa saya bisa bilang saya keras??
Saya keras untuk yang bersifat rasional dan saya mengerti dimana saya bisa mengeluarkan karakter saya tersebut.

Contohnya,ketika saya diajak untuk menemukan suatu solusi dari permasalahan dan ketika di dalam pencarian solusi tersebut ada hal yang tidak bisa sinkron dengan saya,saya pasti akan melayangkan suatu statement kenapa tidak sama dengan saya??
Bukan saya egois atau ingin menang sendiri,tapi saya yakin sekali bahwa solusi yang saya berikan itu bisa menyelesikan permasalahan yang ada.

Toh pun untuk keseharian saya,saya tau dimana dan kapan saya harus mengeluarkan karakter saya yang keras. Menurut saya ya terserah orang mau bilang bagaimana tentang karakter saya,yang penting saya selalu yakin bahwa setiap individu pasti mempunyai karakter masng-masing serta dalam kehidupan keseharian kita perlu mempelajari bagaimana sifat karakter orang lain.

Pembelajaran itu penting karena dengan kita mengenal karakter masing-masing orang berarti kita sudah tau bagaimana sifat orang tersebut yang bisa kita ajak untuk menyatu dengan karakter kita.


SEKIAN