Demam Twitter sekarang sudah masuk hingga Indonesia….
perlahan tapi pasti, jumlah pengguna Twitter semakin hari semakin banyak…
sebelumnya mungkin pada bingung Twitter itu apa,
Twitter adalah Social Networking seperti halnya facebook dan Friendster…
bagi sebagian orang Twitter seperti halanya chat global…
bagi beberapa orang twitter seperti halnya FB dan FS, mancari banyak teman dan membuaka jaringan
Tidak tertutup kemungkinan nantinya Twitter akan melampaui para seniornya (Facebook dan Friendster)
karena ada kelabihan-kelebihan tertentu pada Twitter
apa kelebihan Twitter
1. lebih ringan di bandingkan FB dan FS
2. status pada Twitter bisa di masukan langsung di blog
3. lebih mudah di pahami karena bentuknya yang sangat sederhana
bagi yg penasaran silahkan buka websitenya www.twitter.com
katanya sih enak, makanya aq lagi mencoba dengan Twitter…
Lagipula sekarang twiiter sudah bisa dibuka dengan handphone dari skala menengah hingga yang poaling mahal tentunya karena ingin lebih mensosialisasikan twitter
tapi ingat setiap Social Networking memiliki pengaruh negatif yang sangat besar…
Selasa, 24 April 2012
Cara Menghindari Serangan Tomcat
Tomcat..
nama latinnya adalah Paederus fasciatus.
Di Surabaya hewan kecil berbahaya ini lebih dikenal dengan nama Semut Semai, Semut Kayap atau Charlie. serangga atau kumbang memiliki ciri-ciri sebagai berikut: ukuran kurang daripada 1 cm panjang. Badannya berwarna kuning gelap di bagian atas, bawah abdomen dan kepala berwarna gelap. Bagian tengah abdomen yang berwarna hijau tua mempunyai sepasang sayap keras.
Serangga Tomcat secara otomatis akan mengeluarkan cairan apabila terjadi sentuhan atau benturan dengan kulit manusia secara langsung. Bisa juga dengan sentuhan tidak langsung melalui handuk, baju atau alat lain
Cara Mengatasi Tomcat
Serangan Hewan mini berbahaya Tomcat ini memang sangat berbahaya, tapi jangan panik jika menemukan atau badan atau tubuh anda dihinggapi Tomcat, berikut cara mengatasi agar terhindar dari Tomcat:
Bila ada tomcat yang hinggap di tubuh, jangan sesekali mencoba mengusir dengan menepuknya. Pasalnya, jika itu dilakukan, tomcat akan mengeluarkan racun.
Untuk menjatuhkan tomcat, cukup menggoyangkan bagian badan hingga serangga itu terjatuh. Kemudian barulah menginjaknya hingga mati menggunakan alas kaki. Dengan begitu tomcat tidak akan mengeluarkan toksin-nya.
Setelah berhasil dimatikan dengan diinjak, seseorang harus langsung membersihkan noda yang ada di lantai, agar toksin yang ada tidak tersentuh.
Jika seseorang sudah terlanjur terkena infeksi sehingga menyebabkan luka, jangan sampai luka yang masih basah terkena sinar matahari. Hal ini dapat menyebabkan bekas hitam dari luka sulit dihilangkan.
Bila telanjur kena toksin, segera membilasnya dengan air serta sabun. Baru kemudian gunakan salep anti gatal.
Untuk Salep yang direkomendasikan adalah salep Acyclovir 5 persen yang bisa didapatkan di toko obat atau apotek terdekat. Demikianlah artikel sederhana yang membahas tentang Tomcat Serangga Beracun : Cara Menghindari Tomcat, semoga artikel ini tetunya dapat memberikan informasi bagi kita semua.
INTINYA WASPADA DAN LINDUNGI O0RANG TERDEKAT ANDA
nama latinnya adalah Paederus fasciatus.
Di Surabaya hewan kecil berbahaya ini lebih dikenal dengan nama Semut Semai, Semut Kayap atau Charlie. serangga atau kumbang memiliki ciri-ciri sebagai berikut: ukuran kurang daripada 1 cm panjang. Badannya berwarna kuning gelap di bagian atas, bawah abdomen dan kepala berwarna gelap. Bagian tengah abdomen yang berwarna hijau tua mempunyai sepasang sayap keras.
Serangga Tomcat secara otomatis akan mengeluarkan cairan apabila terjadi sentuhan atau benturan dengan kulit manusia secara langsung. Bisa juga dengan sentuhan tidak langsung melalui handuk, baju atau alat lain
Cara Mengatasi Tomcat
Serangan Hewan mini berbahaya Tomcat ini memang sangat berbahaya, tapi jangan panik jika menemukan atau badan atau tubuh anda dihinggapi Tomcat, berikut cara mengatasi agar terhindar dari Tomcat:
Bila ada tomcat yang hinggap di tubuh, jangan sesekali mencoba mengusir dengan menepuknya. Pasalnya, jika itu dilakukan, tomcat akan mengeluarkan racun.
Untuk menjatuhkan tomcat, cukup menggoyangkan bagian badan hingga serangga itu terjatuh. Kemudian barulah menginjaknya hingga mati menggunakan alas kaki. Dengan begitu tomcat tidak akan mengeluarkan toksin-nya.
Setelah berhasil dimatikan dengan diinjak, seseorang harus langsung membersihkan noda yang ada di lantai, agar toksin yang ada tidak tersentuh.
Jika seseorang sudah terlanjur terkena infeksi sehingga menyebabkan luka, jangan sampai luka yang masih basah terkena sinar matahari. Hal ini dapat menyebabkan bekas hitam dari luka sulit dihilangkan.
Bila telanjur kena toksin, segera membilasnya dengan air serta sabun. Baru kemudian gunakan salep anti gatal.
Untuk Salep yang direkomendasikan adalah salep Acyclovir 5 persen yang bisa didapatkan di toko obat atau apotek terdekat. Demikianlah artikel sederhana yang membahas tentang Tomcat Serangga Beracun : Cara Menghindari Tomcat, semoga artikel ini tetunya dapat memberikan informasi bagi kita semua.
INTINYA WASPADA DAN LINDUNGI O0RANG TERDEKAT ANDA
Pembangunan Infrastruktur Di Indonesia
Pembangunan infrastruktur merupakan salah satu aspek terpenting di negara karena dapat mempercepat proses pembangunan nasional.
Infrastruktur sendiri memiliki peranan penting yaitu sebagai roda penggerak pertumbuhan ekonomi. Ini mengingat gerak laju dan pertumbuhan ekonomi suatu negara tidak dapat pisahkan dari ketersediaan infrastruktur seperti transportasi, telekomunikasi, sanitasi, dan energi.
Oleh karena itu, pembangunan sektor ini menjadi fondasi dari pembangunan ekonomi selanjutnya.
Dalam 30 tahun terakhir ditengarai pembangunan ekonomi Indonesia tertinggal akibat lemahnya pembangunan infrastruktur. Menurunnya pembangunan infrastruktur yang ada di Indonesia dapat dilihat dari pengeluaran pembangunan infrastruktur yang terus menurun dari 5,3% terhadap GDP (Gross Domestic Product) tahun 1993/1994 menjadi sekitar 2,3% (2005 hingga sekarang).
Infrastruktur sendiri memiliki peranan penting yaitu sebagai roda penggerak pertumbuhan ekonomi. Ini mengingat gerak laju dan pertumbuhan ekonomi suatu negara tidak dapat pisahkan dari ketersediaan infrastruktur seperti transportasi, telekomunikasi, sanitasi, dan energi.
Oleh karena itu, pembangunan sektor ini menjadi fondasi dari pembangunan ekonomi selanjutnya.
Dalam 30 tahun terakhir ditengarai pembangunan ekonomi Indonesia tertinggal akibat lemahnya pembangunan infrastruktur. Menurunnya pembangunan infrastruktur yang ada di Indonesia dapat dilihat dari pengeluaran pembangunan infrastruktur yang terus menurun dari 5,3% terhadap GDP (Gross Domestic Product) tahun 1993/1994 menjadi sekitar 2,3% (2005 hingga sekarang).
Dominasi Perusahaan Asing Di Indonesia
indonesia...
adalah negara yang kaya akan sumber dayanya tetapi Indonesia belum kaya akan sumber daya manusianya dan masih belum bisa memaksimalkan sumber daya alam tersebut dengan secara maksimal oleh perusahaan tambang milik Indonesia dan akhirnya bangsa luar atau perusahaan tambang asing melihat suatu peluang yang bagus untuk membuka cabang di Indonesia untuk meraup keuntungan dari negara kita.
Bisa kita ketahui selama ini memang perusahaan tambang asing biasa dibilang lebih unggul dari pada perusahaan tambang di Indonesia, bisa kita lihat dengan contohnya perusahaan Pertamina kalah dengan perusahaan asing yaitu Chevron, Pertamina hanya bisa menghasilkan 100.000 barel minyak / harinya tetapi jika kita bandingkan dengan perusahaan Chevron, Chevron bisa menghasilkan 430.000 barel minyak / harinya, padahal Indonesia penghasilan minyaknya rata – rata dalam sehari bisa mencapai 1.000.000 barel minyak, bisa kita lihat 90% dari semua itu dihasilkan oleh perusahaan asing.
Bisa kita lihat juga dominasi perusahaan asing yang bergerak di pertambangan nikel, emas, batu bara, tembaga 90% milik asing. Kenapa kita tidak bisa melihat ini sebagai peluang ekonomi nasional?
Jika kita bisa mengembangkan suatu sumber daya manusia yang kompeten dan ahli di bidangnya sesuatu yang sangat tidak mustahil Indonesia bisa membangunkan MACAN ASIA !!! INGAT ITU !!
Sampai kapan kita harus menunggu? Mulai dari sekarang lah kita harus menjalankan visi dan misi untuk membangun bangsa ini dan membuatnya menjadi lebih berkembang, mulai dari generasi muda-lah suatu perkembangan akan terjadi, dikarenakan akan adanya inovasi inovasi yang lahir dari pemikiran – pemikiran seseorang yang semangat akan perubahan. Jangan mau kalah dengan bangsa luar kita harus buktikan kalau orang dalam negeri kita tercinta ini bisa bersaing dengan orang asing dan orang dalam negeri tidak kalah akan inovasidalam dunia perekonomian.
adalah negara yang kaya akan sumber dayanya tetapi Indonesia belum kaya akan sumber daya manusianya dan masih belum bisa memaksimalkan sumber daya alam tersebut dengan secara maksimal oleh perusahaan tambang milik Indonesia dan akhirnya bangsa luar atau perusahaan tambang asing melihat suatu peluang yang bagus untuk membuka cabang di Indonesia untuk meraup keuntungan dari negara kita.
Bisa kita ketahui selama ini memang perusahaan tambang asing biasa dibilang lebih unggul dari pada perusahaan tambang di Indonesia, bisa kita lihat dengan contohnya perusahaan Pertamina kalah dengan perusahaan asing yaitu Chevron, Pertamina hanya bisa menghasilkan 100.000 barel minyak / harinya tetapi jika kita bandingkan dengan perusahaan Chevron, Chevron bisa menghasilkan 430.000 barel minyak / harinya, padahal Indonesia penghasilan minyaknya rata – rata dalam sehari bisa mencapai 1.000.000 barel minyak, bisa kita lihat 90% dari semua itu dihasilkan oleh perusahaan asing.
Bisa kita lihat juga dominasi perusahaan asing yang bergerak di pertambangan nikel, emas, batu bara, tembaga 90% milik asing. Kenapa kita tidak bisa melihat ini sebagai peluang ekonomi nasional?
Jika kita bisa mengembangkan suatu sumber daya manusia yang kompeten dan ahli di bidangnya sesuatu yang sangat tidak mustahil Indonesia bisa membangunkan MACAN ASIA !!! INGAT ITU !!
Sampai kapan kita harus menunggu? Mulai dari sekarang lah kita harus menjalankan visi dan misi untuk membangun bangsa ini dan membuatnya menjadi lebih berkembang, mulai dari generasi muda-lah suatu perkembangan akan terjadi, dikarenakan akan adanya inovasi inovasi yang lahir dari pemikiran – pemikiran seseorang yang semangat akan perubahan. Jangan mau kalah dengan bangsa luar kita harus buktikan kalau orang dalam negeri kita tercinta ini bisa bersaing dengan orang asing dan orang dalam negeri tidak kalah akan inovasidalam dunia perekonomian.
Langkah PSSI Menghindari Sanksi Dari FIFA
Seperti yang kita ketahui perkembangan sepak bola di Indonesia masih
kurang optimal.
Ditambah lagi dengan masalah PSSI yang diisukan mendapat sanksi oleh FIFA. Pihak PSSI mengaku enggan disalahkan jika sepak bola Indonesia dikenakan sanksi oleh Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA).
Kinerja PSSI yang belum optimal membawa dampak kepada persepakbolaan di Indonesia. Termasuk kisruh yang selalu terjadi pada saat pertandingan sepak bola. Apabila PSSI diberi sanksi oleh FIFA . PSSI enggan disalahkan karena itu bukanlah kesalahan dari PSSI. Pihak PSSI sendiri sudah memenuhi kewajiban seluruhnya.
jika sanksi FIFA itu nantinya benar-benar dijatuhkan, untuk memperbaiki kondisi sepak bola nasional maka perubahan total yang harus dilakukan. Seluruh pengurus PSSI sampai di level terbawah harus diganti dengan orang-orang baru yang benar-benar tulus ingin memperbaiki sepak bola kita !!!!. Demikian juga penegakan hukum dalam pengelolaan sepak bola harus benar-benar dijadikan panglima sehingga menutup peluang bagi orang-orang yang justru merugikan sepak bola nasional kita untuk kembali menjadi pengelola sepak bola Indonesia.
Ditambah lagi dengan masalah PSSI yang diisukan mendapat sanksi oleh FIFA. Pihak PSSI mengaku enggan disalahkan jika sepak bola Indonesia dikenakan sanksi oleh Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA).
Kinerja PSSI yang belum optimal membawa dampak kepada persepakbolaan di Indonesia. Termasuk kisruh yang selalu terjadi pada saat pertandingan sepak bola. Apabila PSSI diberi sanksi oleh FIFA . PSSI enggan disalahkan karena itu bukanlah kesalahan dari PSSI. Pihak PSSI sendiri sudah memenuhi kewajiban seluruhnya.
jika sanksi FIFA itu nantinya benar-benar dijatuhkan, untuk memperbaiki kondisi sepak bola nasional maka perubahan total yang harus dilakukan. Seluruh pengurus PSSI sampai di level terbawah harus diganti dengan orang-orang baru yang benar-benar tulus ingin memperbaiki sepak bola kita !!!!. Demikian juga penegakan hukum dalam pengelolaan sepak bola harus benar-benar dijadikan panglima sehingga menutup peluang bagi orang-orang yang justru merugikan sepak bola nasional kita untuk kembali menjadi pengelola sepak bola Indonesia.
Bahkan agar perubahan itu benar-benar sempurna, semua kompetisi dan klub
pesertanya harus dibubarkan karena selama ini sebagian klub hanya
dijadikan kendaraan politik saja.
Hal seperti ini juga bertujuan untuk
menghindari penggunaan dana APBD, dengan berbagai jalan, karena
kedekatan antara klub, pejabat daerah dan anggota DPRD bisa dijadikan
jalan untuk mengeruk dana APBD meskipun pemerintah telah melarangnya.
Setelah itu kompetisi baru dibentuk dengan mensyaratkan klub pesertanya
harus profesional dan memiliki dukungan dana yang kuat serta memiliki
basis pembinaan (akademi) sepak bola untuk segala level umur. Jika tidak
ada yang berminat karena beratnya persyaratan, mungkin pemerintah bisa
mewajibkan BUMN yang kuat untuk membentuk klub dan menjadi peserta
kompetisi baru itu.
Dengan cara ini maka diharapkan sepak bola kita akan mencapai industri
sepak bola yang profesional dan tentu saja akan mengangkat prestasi tim
nasional. Tetapi hal ini bukanlah sesuatu yang mudah dicapai karena
perlu sinergi yang kuat dari pemerintah, pengelola sepak bola dan para
pemilik modal. Dan tentu saja menjadi lebih sulit jika para politisi dan
para pemburu harta belum rela melepas sepak bola sebagai senjata
mereka. Apalagi pemerintah sendiri selama ini juga tidak terlalu serius
membangun industri sepak bola, buktinya sarana sepak bola pun tidak
serius dibenahi dan bukan menjadi prioritas.
Anggaran Pilkada Indonesia Begitu Besar !!!
Astaga...
Biaya pilkada indonesia sungguh diluar kendali ekonomi negara kita.
Lihat saja
Pada tahun 2010, Bank Indonesia memperkirakan total biaya dari 244 Pilkada adalah Rp. 4,2 Triliun. Sungguh terlalu...
Bagaimana jika uang itu digunakan untuk kegiatan yang lebih berguna??pastinya negara kita akan menjadi lebih baik. Dibandingkan dengan kita menghaburkan uang begitu saja seperti abu rokok.
Pertanyaannya adalah apakah dengan biaya yang tinggi telah mampu menghasilkan wakil rakyat dan pemerintahan yang demokratis? Ataukah dengan biaya tersebut sudah menghasilkan wakil rakyat yang mampu mengedepankan kedaulatan rakyat?
Kedua pertanyaan tersebut menjadi wahana refleksi atas pelaksanaan demokrasi, yang dalam prakteknya sering kali kedaulatan rakyat dibajak atau didustai oleh elit yang dihasilkan dari proses pemilu.
Hasil pemilu harus mampu memberikan kontribusi bagi peningkatan kesejahteraan dengan kolaborasi tugas yaitu peraturan perundang-undangan yang mampu mendorong terbukanya peluang penciptaan ruang social, ekonomi, politik dan budaya untuk kesejahteraan rakyat.
Kesejahteraan yang demikian tidak akan tercapai apabila,wakil rakyat sibuk memikirkan dirinya sendiri. Seperti fasilitas yang diminta kepada pemerintah dengan asumsi untuk mendukung pelaksanaan tugasnya. Tetapi kemudian wakil rakyat melupakan tugasnya untuk membuat peraturan perundang-undangan, karena lebih sibuk mengurus agenda politik partai atau kelompoknya dibandingkan berpikir untuk menghasilkan peraturan perundang-undangan. SUNGGUH TERLALU.....
Renungan kita sebagai masyarakat khususnya mahasiswa atas demokrasi saat ini adalah hanya memberi kesempatan bagi individu manja yang mengatasnamakan rakyat untuk melayani kepentingannya sendiri. Wakil rakyat diberi kesempatan untuk bersatu alias manja kepada rakyat agar diberi berbagai fasilitas namun TIDAK ADA PRESTASI. Dan fasilitas yang akhirnya diberikan hanya semakin tidak berguna.
kemampuan berpikir mereka sehingga yang nampak terlihat publik adalah aneka kenakalan wakil rakyat dengan mainan politik yang disediakan dan dibiayai oleh rakyat.
Biaya pilkada indonesia sungguh diluar kendali ekonomi negara kita.
Lihat saja
Pada tahun 2010, Bank Indonesia memperkirakan total biaya dari 244 Pilkada adalah Rp. 4,2 Triliun. Sungguh terlalu...
Bagaimana jika uang itu digunakan untuk kegiatan yang lebih berguna??pastinya negara kita akan menjadi lebih baik. Dibandingkan dengan kita menghaburkan uang begitu saja seperti abu rokok.
Pertanyaannya adalah apakah dengan biaya yang tinggi telah mampu menghasilkan wakil rakyat dan pemerintahan yang demokratis? Ataukah dengan biaya tersebut sudah menghasilkan wakil rakyat yang mampu mengedepankan kedaulatan rakyat?
Kedua pertanyaan tersebut menjadi wahana refleksi atas pelaksanaan demokrasi, yang dalam prakteknya sering kali kedaulatan rakyat dibajak atau didustai oleh elit yang dihasilkan dari proses pemilu.
Hasil pemilu harus mampu memberikan kontribusi bagi peningkatan kesejahteraan dengan kolaborasi tugas yaitu peraturan perundang-undangan yang mampu mendorong terbukanya peluang penciptaan ruang social, ekonomi, politik dan budaya untuk kesejahteraan rakyat.
Kesejahteraan yang demikian tidak akan tercapai apabila,wakil rakyat sibuk memikirkan dirinya sendiri. Seperti fasilitas yang diminta kepada pemerintah dengan asumsi untuk mendukung pelaksanaan tugasnya. Tetapi kemudian wakil rakyat melupakan tugasnya untuk membuat peraturan perundang-undangan, karena lebih sibuk mengurus agenda politik partai atau kelompoknya dibandingkan berpikir untuk menghasilkan peraturan perundang-undangan. SUNGGUH TERLALU.....
Renungan kita sebagai masyarakat khususnya mahasiswa atas demokrasi saat ini adalah hanya memberi kesempatan bagi individu manja yang mengatasnamakan rakyat untuk melayani kepentingannya sendiri. Wakil rakyat diberi kesempatan untuk bersatu alias manja kepada rakyat agar diberi berbagai fasilitas namun TIDAK ADA PRESTASI. Dan fasilitas yang akhirnya diberikan hanya semakin tidak berguna.
kemampuan berpikir mereka sehingga yang nampak terlihat publik adalah aneka kenakalan wakil rakyat dengan mainan politik yang disediakan dan dibiayai oleh rakyat.
Langganan:
Komentar (Atom)
