Astaga...
Biaya pilkada indonesia sungguh diluar kendali ekonomi negara kita.
Lihat saja
Pada tahun 2010, Bank Indonesia memperkirakan total biaya dari 244 Pilkada adalah Rp. 4,2 Triliun. Sungguh terlalu...
Bagaimana jika uang itu digunakan untuk kegiatan yang lebih berguna??pastinya negara kita akan menjadi lebih baik. Dibandingkan dengan kita menghaburkan uang begitu saja seperti abu rokok.
Pertanyaannya adalah apakah dengan biaya yang tinggi telah mampu
menghasilkan wakil rakyat dan pemerintahan yang demokratis? Ataukah
dengan biaya tersebut sudah menghasilkan wakil rakyat yang mampu
mengedepankan kedaulatan rakyat?
Kedua pertanyaan tersebut menjadi
wahana refleksi atas pelaksanaan demokrasi, yang dalam prakteknya sering
kali kedaulatan rakyat dibajak atau didustai oleh elit yang dihasilkan
dari proses pemilu.
Hasil pemilu harus mampu memberikan kontribusi bagi peningkatan
kesejahteraan dengan kolaborasi tugas yaitu peraturan perundang-undangan
yang mampu mendorong terbukanya peluang penciptaan ruang social,
ekonomi, politik dan budaya untuk kesejahteraan rakyat.
Kesejahteraan yang demikian tidak akan tercapai apabila,wakil rakyat sibuk memikirkan dirinya sendiri. Seperti fasilitas yang
diminta kepada pemerintah dengan asumsi untuk mendukung pelaksanaan
tugasnya. Tetapi kemudian wakil rakyat melupakan tugasnya untuk membuat
peraturan perundang-undangan, karena lebih sibuk mengurus agenda politik
partai atau kelompoknya dibandingkan berpikir untuk menghasilkan
peraturan perundang-undangan. SUNGGUH TERLALU.....
Renungan kita sebagai masyarakat khususnya mahasiswa atas demokrasi saat ini adalah hanya memberi kesempatan
bagi individu manja yang mengatasnamakan rakyat untuk melayani
kepentingannya sendiri. Wakil rakyat diberi kesempatan untuk bersatu
alias manja kepada rakyat agar diberi berbagai fasilitas namun TIDAK ADA PRESTASI. Dan fasilitas yang akhirnya diberikan hanya semakin tidak berguna.
kemampuan berpikir mereka sehingga yang nampak terlihat publik adalah
aneka kenakalan wakil rakyat dengan mainan politik yang disediakan
dan dibiayai oleh rakyat.
Selasa, 24 April 2012
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar