Ditambah lagi dengan masalah PSSI yang diisukan mendapat sanksi oleh FIFA. Pihak PSSI mengaku enggan disalahkan jika sepak bola Indonesia dikenakan sanksi oleh Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA).
Kinerja PSSI yang belum optimal membawa dampak kepada persepakbolaan di Indonesia. Termasuk kisruh yang selalu terjadi pada saat pertandingan sepak bola. Apabila PSSI diberi sanksi oleh FIFA . PSSI enggan disalahkan karena itu bukanlah kesalahan dari PSSI. Pihak PSSI sendiri sudah memenuhi kewajiban seluruhnya.
jika sanksi FIFA itu nantinya benar-benar dijatuhkan, untuk memperbaiki kondisi sepak bola nasional maka perubahan total yang harus dilakukan. Seluruh pengurus PSSI sampai di level terbawah harus diganti dengan orang-orang baru yang benar-benar tulus ingin memperbaiki sepak bola kita !!!!. Demikian juga penegakan hukum dalam pengelolaan sepak bola harus benar-benar dijadikan panglima sehingga menutup peluang bagi orang-orang yang justru merugikan sepak bola nasional kita untuk kembali menjadi pengelola sepak bola Indonesia.
Bahkan agar perubahan itu benar-benar sempurna, semua kompetisi dan klub
pesertanya harus dibubarkan karena selama ini sebagian klub hanya
dijadikan kendaraan politik saja.
Hal seperti ini juga bertujuan untuk
menghindari penggunaan dana APBD, dengan berbagai jalan, karena
kedekatan antara klub, pejabat daerah dan anggota DPRD bisa dijadikan
jalan untuk mengeruk dana APBD meskipun pemerintah telah melarangnya.
Setelah itu kompetisi baru dibentuk dengan mensyaratkan klub pesertanya
harus profesional dan memiliki dukungan dana yang kuat serta memiliki
basis pembinaan (akademi) sepak bola untuk segala level umur. Jika tidak
ada yang berminat karena beratnya persyaratan, mungkin pemerintah bisa
mewajibkan BUMN yang kuat untuk membentuk klub dan menjadi peserta
kompetisi baru itu.
Dengan cara ini maka diharapkan sepak bola kita akan mencapai industri
sepak bola yang profesional dan tentu saja akan mengangkat prestasi tim
nasional. Tetapi hal ini bukanlah sesuatu yang mudah dicapai karena
perlu sinergi yang kuat dari pemerintah, pengelola sepak bola dan para
pemilik modal. Dan tentu saja menjadi lebih sulit jika para politisi dan
para pemburu harta belum rela melepas sepak bola sebagai senjata
mereka. Apalagi pemerintah sendiri selama ini juga tidak terlalu serius
membangun industri sepak bola, buktinya sarana sepak bola pun tidak
serius dibenahi dan bukan menjadi prioritas.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar