Minggu, 28 November 2010

KONFLIK DALAM TUBUH POLRI

Masih ingatkah kalian dengan istilah cicak vs buaya yang beberapa bulan kemarin masih menjadi topik hangat di headline news media elektronik maupun cetak. Ya Inilah istilah yang dikemukakan oleh Komjen Susno Duadji yang pada akhirnya memicu konflik internal di tubuh polri. Konflik internal ini bermula ketika Susnotidak puas atas perlakuan internal Polri terhadap dirinya. Apalagi ia dicopot dari jabatannya serta di umumkan ke publik. Langkah yang diambil Susno
dengan menjadi saksi bagi musuh Polri, Antasari Azhar (mantan ketua KPK) yang terjerat kasus pembunuhan berencana Nasrudin Zulkarnain inilah yang kemudian menegaskan bahwa Susno memang sudah tak didukung polri. Dalam konteks ini logislah bahwa memang telah terjadi konflik internal di tubuh polri.

Istilah konflik sendiri diterjemahkan dalam beberapa istilah yaitu
-) perbedaan pendapat, persaingan dan permusuhan.
-) Perbedaan pendapat tidak selalu berarti perbedaan keinginan. Oleh karena konflik
bersumber pada keinginan, maka perbedaan pendapat tidak selalu berarti konflik.

Persaingan sangat erat hubungannya dengan konflik karena dalam persaingan
beberapa pihak menginginkan hal yang sama tetapi hanya satu yang mungkin
mendapatkannya. Persaingan tidak sama dengan konflik namun mudah menjurus kearah konflik, terutuma bila ada persaingan yang menggunakan cara-cara yang
bertentengan dengan aturan yang disepakati.

Jenis-Jenis Konflik
Menurut James A.F. Stoner dan Charles Wankel dikenal ada lima jenis konflik yaitu
konflik intrapersonal, konflik interpersonal, konflik antar individu dan kelompok,
konflik antar kelompok dan konflik antar organisasi.

-) Konflik Intrapersonal
Konflik intrapersonal adalah konflik seseorang dengan dirinya sendiri.
Ada tiga macam bentuk konflik intrapersonal yaitu :
1. Konflik pendekatan-pendekatan, contohnya orang yang dihadapkan pada dua
pilihan yang sama-sama menarik.
2. Konflik pendekatan – penghindaran, contohnya orang yang dihadapkan pada dua
pilihan yang sama menyulitkan.
3. Konflik penghindaran-penghindaran, contohnya orang yang dihadapkan pada
satu hal yang mempunyai nilai positif dan negatif sekaligus.

-) Konflik Interpersonal
Konflik Interpersonal adalah pertentangan antar seseorang dengan orang lain karena
pertentengan kepentingan atau keinginan. Hal ini sering terjadi antara dua orang
yang berbeda status, jabatan, bidang kerja dan lain-lain.

-) Konflik antar individu-individu dan kelompok-kelompok
Hal ini seringkali berhubungan dengan cara individu menghadapi tekanan-tekanan
untuk mencapai konformitas, yang ditekankan kepada mereka oleh kelompok kerja
mereka.

-) Konflik antara kelompok dalam organisasi yang sama
Konflik ini merupakan tipe konflik yang banyak terjadi di dalam organisasi. Contohnya seperti dalam tubuh Polri.
Konflik antar lini dan staf, pekerja dan pekerja – manajemen merupakan
dua macam bidang konflik antar kelompok.

-) Konflik antara organisasi
Contoh seperti di bidang ekonomi dimana Amerika Serikat dan negara-negara lain
dianggap sebagai bentuk konflik, dan konflik ini biasanya disebut dengan
persaingan.Konflik ini berdasarkan pengalaman ternyata telah menyebabkan
timbulnya pengembangan produk-produk baru, teknologi baru dan lain lain.

Peranan Konflik
Menurut pendapat tradisional,konflik sebagai peranan dapat
diuraikan sebagai berikut :
- Konflik hanya merugikan organisasi
- Konflik ditimbulkan karena perbedaan kepribadian dan karena kegagalan dalam
kepemimpinan.
- Konflik diselesaikan melalui pemisahan fisik atau dengan intervensi manajemen
tingkat yang lebih tinggi.

Sedangkan dengan pandangan yang lebih maju, peranan konflik dapat diuraikan
sebagai berikut :
- Konflik adalah suatu akibat yang tidak dapat dihindarkan dari interaksi
organisasional dan dapat diatasi dengan mengenali sumber-sumber konflik.
- Konflik pada umumnya adalah hasil dari kemajemukan sistem organisasi
- Konflik diselesaikan dengan cara pengenalan sebab dan pemecahan masalah.
Konflik dapat merupakan kekuatan untuk pengubahan positif di dalam suatu
organisasi.

Penanganan Konflik
Ada beberapa cara untuk menangani konflik antara lain :

1. Introspeksi diri
2. Mengevaluasi pihak-pihak yang terlibat.
3. Identifikasi sumber konflik
4. Mengetahui pilihan penyelesaian atau penanganan konflik yang ada dan memilih
yang tepat.



Kesimpulan
Kemampuan menangani konflik internal di tubuh polri tidak lepas dari peran teori kepemimpinan organisasi yang baik. Sering terjadinya salah paham komunikasi dalam organisasi juga menjadi salah satu terciptanya suatu konflik. Jika saja Manajemen Organisasi Polri memiliki komunikasi yang baik kepada seluruh masyarakat termasuk media elektronik dan cetak maka kemungkinan terjadi salah paham bisa diminimalisir bahkan tidak ada. Organisasi yang baik memiliki manajemen organisasi yang matang, karena jika sebuah organisasi yang sudah tidak mencerminkan nilai dari definisi organisasi maka bukan tidak mungkin akan menimbulkan konflik dalam sebuah organisasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar