Hidup itu selalu hidup dan selalu ada contohnya, lihat alat yang
digunakan untuk memutar bumi, planet lainnya serta isinya, alatnya
selalu sama dan itu adalah alat kehidupan yang terbaik.
Kiamat,
adalah pikiran manusia yang sempit, karena salah dalam memilih pedoman
hidup, agar pengikutnya setia, hanya untuk mencari pengikut saja pada
manusia yang BUTA akan diri sendiri.
Gunakan pedoman hidup yang
benar, apa yang ada didalam tubuh sendiri itu sangat lengkap, Eling,
sadar, inti hidup atau pusat hidup tiap detiknya selalu ada didalam
tubuh tapi diabaikan, lebih memilih jalan yang salah yaitu dari buku dan
cerita orang hingga gagal untuk tahu diri sendiri sebagai manusia dan
kasihan anak cucu ikut gagal sepanjang hidupnya, punah seperti binatang.
Salah satu tujuan hidup manusia adalah membuat tubuh sendiri hingga
mampu bersatu dengan alam semesta , HIDUP ITU SELALU HIDUP DAN OTENTIK.
Untuk uang sangat teliti tapi untuk diri sendiri diabaikan. Jangan
ikutan yang modal buku dan ngaku ngaku agama, itu selalu gagal untuk
membuktikan dengan baik.
KENALI DIRI SENDIRI DULU SEBAGAI MANUSIA
yang selalu hidup pada intinya, bukan pada tokoh, melalui putaran hidup
demi putaran hidup maka akan tahu inti hidupnya dan salah satu tugas
hidup adalah membuat tubuh sendiri dengan cara yang alami, hingga mampu
bersatu dengan alam semesta dengan contoh petani yang selalu mampu
menanam berulang kali.
Manusia hidup itu selalu maju tiap detiknya,
maka masa lalu dah buang dan berusaha untuk bersatu dengan alam semesta
dengan cara bertahap, mulai dari tahu diri sendiri adalah pintu UTAMA.
Perlu tahu bahwa kematian itu terjadi karena kesalahan dalam memilih
pedoman hidup.
Masalah pasti akan datang menghampiri kita, namun jika motivasi dan
kemauan besar, masalah pun akan bertekuk lutut. Tapi jika kemauan dan
motivasi rendah, masalah yang tadinya kecil akan menjadi sangat besar.
Jika sudah begini motivasi kita harus segera ditingkatkan. Jika ada
masalah besar menghampiri, berdoalah kepada Allah SWT. Mintalah pundak
yang kuat, bukan masalah yang kecil. Saya sendiri sebagai mahasiswa
termasuk orang yang cukup ambisius terhadap sesuatu. Misalnya untuk
menyelsaikan sebuah program dan membeli sesuatu. Meskipun motivasi yang
saya miliki belum cukup tinggi, dengan bekal usaha dan nasihat orang tua
saya yakin, saya bisa memperbesar motivasi saya hingga orang lain dapat
merasakannya.
Senin, 30 Juli 2012
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar